ngoook. Powered by Blogger.
Dari : Situs Alfi
RSS
dari pada pusing lebih baik kita chatink,,sambil ngopi tentuX biar mantafff..ckck


Apa arti kebebasan menurut Anda?


Kalau menurut saya, kebebasan adalah
hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
tanpa merusak kebebasan individu lain.

Kebebasan merupakan tempat bergantungnya
ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan
hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.

Akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas
manusia yang dengannya kita dapat memutuskan
suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa
yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci...
Marah atau memaafkan...
Terpuruk atau bangkit...
Bahagia atau sebaliknya...

Kita bebas memilih atau mengontrol respon
dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita.
Itulah kebebasan.

TAPI... walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam
memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan
kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang
bersifat POSITIF.

Rangkullah kehidupan.
Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari Anda.
Bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik:
rezeki, pekerjaan, orang-orang, lingkungan baru
yang membahagiakan.

Anda BEBAS untuk menjalani itu semua!
Dan menjadi bahagia.

Mulai sekarang, saya harap pikiran dan hati Anda
TERBEBASKAN dari apapun yang sempat mengungkung selama ini.
Apapun hal yang membuat hidup Anda tidak bahagia.

Tuhan tidak pernah mengutuk kita, namun kitalah yang
sering mengutuk kehidupan dan diri kita sendiri.

Kita memiliki berbagai macam kebebasan,
Pilihlah kebebasan-kebebasan yang baik.
Buatlah hal-hal baik, terbaik yang bisa kita lakukan setiap harinya.

Selalu pilih respon terbaik, pikiran & emosi baik, pada setiap kejadian.
Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan baru Anda dengan

energi positif, hingga menjadikan hidup ini penuh warna... :-)



Jika harus memilih
Benang itu tak sebangsa dengan sutera, karena itu jangan bermimpi mendapatkan dia”, begitu kira-kira sebuah petikan dialog dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah xg tempo hari sempat saya saksikan bersama slh seorang teman. Kalimat trsebut muncul dari bibir seorang ibu xg sedang memberikn nasehat pd anakx spya melupakan gadis pujaanx xg nota bene adlah seorang putri dr majikan ibux sendiri. Bagi sang ibu, mustahil cinta dipersatukan bila antara pecinta dan yang dicinta memiliki perbedaan status sosial atau kasta. Ringkasx, orang melarat dilarang bercinta dg konglomerat atau rakyat jelata ‘haram’ memadu kasih dg putri raja. Percintaan semacam i2 dianggap percintaan tabu xg hrus sgera ditinggalkn. Seharusx putri konglomerat xg berdarah biru bercinta dan bersatu dg putra xg jg memiliki darah biru bukan dg putra gembel xg berdarah merah bahkan ‘berdarah kotor’. Sebalikx, putra gembel seharusx bercinta dan bersatu dg putri xg berstatus gembel jg.Dewasa ini, anggapan demikian masih terpelihara subur. Terbukti masih bxk dijumpai kasus-kasus percintaan xg berujung tragis lantaran perbedaan kasta ini. Tak jarang ditemukan seorang putri konglomerat xg dilarang menikah dg kekasih dambaanx xg hax rakyat jelata. Nasab dan kekayaan seakan menjadi pertimbangan utama dlm pernikahan. Dalam sebuah hadis xg sempat saya dengar memang dinyatakan bahwa wanita itu dinikahi dg beberapa pertimbangan, di antarax adalah pertimbangan kekayaan, kecantikan, keturunan (nasab) dan agama. Ketetapan ini tentu jg berlaku pd seorang perempuan yang hendak menikah dg seorang laki-laki. Karena itu, pertimbangan-pertimbangan tersebut sebaiknya selalu diindahkan. Namun, yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa pertimbangan status sosial atau kasta bukanlah pertimbangan utama dalam memilih pendamping hidup. Islam justru lebih mengutamakan aspek agama dari pasangan yang ingin dinikahi. Dalam hadis tersebut Nabi pun secara tersurat menyatakan “Fadzfar bi dzat ad-Din” yang menegaskan akan pentingnya aspek agama. derajat wali. Tentu, bukan wali santri, wali walidayya apalagi wali murid. Namun sayangx, di era kontemporer saat ini, saya rasa sangat sulit -untuk tidak mengatakan mustahil- menemukan pendamping hidup sempurna seperti yang tergambarkan di atas. Justru yang kerapkali banyak ditemui adalah gadis itu cantik tapi tak kaya atau perempuan itu berparas biasa-biasa saja yang bila dipaksakan dalam bentuk nilai, perempuan itu mendapat nilai 70 tetapi ia kaya. Ada xg sangat shalihah, namun dari segi paras ia mendapat nilai 50, bahkan ada juga yang berparas sangat elok xg nilainya mendekati angka 100 tetapi ia sangat hina, tak mempunyai garis nasab luhur. Semuax memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini wajar sbgai fitrah manusia yang dicipta Tuhan dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangan. Serba susah memang, tetapi kita harus tetap memilih. Memilih xg baik di antara xg tak baik atau memilih xg terbaik di antara xg baik. Itu pun jika qt bs memilih, persoalannya kemudian adalah jika kita tak bisa ‘memilih’, maka satu-satunya yang ada itu ya ‘terpaksa’ kita ambil atau akan sangat lucu bila bisa memilih, akan tetapi yang dipilih tak mau dipilih. Klo sudah begitu, seseorang harus tetap memilih dan memilih sampai menemukan pilihan yang mau dipilih. Yang terpenting adalah tetap menjadikan keshalehan beragama sbgai utama dlm memilih. Akhirx, selamat memilih dlam dunia xg penuh pilihan...!! (wallahu A’lam)


~~~Terimah kasih atas kedatangan sobat.salam jempolx sejagat~~~






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment